a d v e r t i s e m e n t s

Lakukan 5 Hal ini Untuk Menghargai Uang Hasil Jerih Payah Anda Sebelum Menguap Tak Berbekas

Anda sebaiknya melakukan 5 hal berikut ini terhadap uang yang telah diperoleh sebelum semuanya menguap tak berbekas

gajian.net – Uang tak ubahnya seperti genangan air yang terpapar sinar matahari, ia akan menguap begitu saja bahkan terkadang tak bersisa sama sekali. Banyak saran dan masukan dari orangtua agar kita bisa mengumpulkan lebih banyak uang dan berhemat. Namun tetap saja, beda tipis antara keinginan dan kebutuhan akhirnya membuat uang di kantong menguap begitu saja.

Baca juga  : 5 Cara Punya Banyak Duit Sebelum Umur 30 tahun

5 hal terhadap uang sebelum habis

a d v e r t i s e m e n t s

Situs Lifehack, hari ini Rabu, 2 September 2015 membuat artikel yang mungkin bisa menjadi masukan bagi Anda untuk berhemat dan mengumpulkan uang serta mengerem hasrat membelanjakan uang untuk keperluan yang tidak perlu.  Berikut 5 pemikiran yang bisa menjaga keuangan Anda tetap aman.

1. Berpikirlah untuk selalu berhemat setiap waktu

Rem kebiasaan belanja yang membabi buta. Pikirkan hal ini setiap kali Anda ingin membeli sesuatu  “Berapa banyak waktu yang saya harus habiskan untuk bekerja untuk membayar semua ini?”. Jika barang yang ingin Anda beli tidak setimpal dengan kerja keras Anda mendapatkan uangnya, sebaiknya tunda membeli barang tersebut. Atau temukan barang pengganti dengan harga yang lebih hemat jika Anda benar-benar membutuhkan barang tersebut.

2. Berhemat membeli dari pengalaman yang lalu

Mungkin Anda punya kebiasaan minum kopi setiap hari di Starbucks. Atau mungkin punya kebiasaan merokok hingga satu-dua bungkus per hari. Coba hitung nilainya selama setahun, Anda akan terkejut jika menyadari uang untuk ngopi dan ngerokok itu mencapai Rp. 7 – 10 juta setiap tahunnnya.

Anda tidak harus menghentikan total kebiasaan tersebut saat ini juga. Coba dengan mengurangi kebiasaan tersebut, misalnya ngopi hanya 2 kali seminggu di Starbucks dan merokok 5 bungkus rokok per minggu. Mulailah sisihkan uang yang seharusnya digunakan untuk ‘membeli’ kebiasaan tersebut menjadi tabungan recehan di rumah (dalam celengan)

3. Ambil tawaran kerja ekstra

Jika ada tawaran untuk kerja lembur, jangan disia-siakan. Ambil kesempatan itu, toh jika pulang tepat waktu di rumah, tidak menghasilkan apa-apa. Pikirkan bahwa Anda membutuhkan uang ini untuk membayar tagihan listrik dan tagihan televisi berbayar di rumah yang selalu Anda tonton setiap kali pulang kerja.

4. Belanjakan uang untuk hal-hal penting

Uang menjadi tidak bernilai jika dimanfaatkan untuk hal punya makna mendalam. Uang Anda seratus juta di bank yang tidak bisa disentuh, hanyalah angka-angka di buku rekening saja. Tetapi jika Anda punya Rp. 500 ribu dan menghabiskannya dalam semalam bersama istri di salah satu restoran favorit, tentu akan memiliki makna yang mendalam daripada mendiamkannya di dalam kantong.

Anda tentu tidak harus melakukannya seminggu atau sebulan sekali. Temukan momen yang tepat untuk membelanjakan uang hasil jerih payah Anda untuk membahagiakan diri sendiri dan orang yang Anda cintai, sehingga uang tersebut benar-benar memiliki makna yang sangat mendalam dan menjadi kenangan yang indah untuk waktu yang lama.

5. Anggap uang tabungan sebagai pendapatan tambahan

Seperti halnya berhitung saat berhemat, coba pikirkan sudah berapa banyak uang yang dibelanjakan untuk membayar kebiasaan yang tidak perlu. Membeli rokok yang jelas-jelas tidak sehat, membeli makanan & minuman ringan tambahan setelah makan siang yang nilainya setara dengan makan siang itu sendiri, memanjakan diri menghindari angkutan umum dengan memilih naik ojek dan kebiasaan-kebiasaan lain yang sebenarnya bisa dihemat sebagai uang pengisi celengan di rumah.

Anggap uang di celengan itu sebagai pendapatan tambahan Anda, walaupun sebenarnya itu adalah hasil usaha keras Anda untuk berhemat.

a d v e r t i s e m e n t s